Inovasi terbaru dari Institut Teknologi Bandung memungkinkan petani kopi memantau kelembaban tanah dan cuaca ekstrim melalui smartphone mereka, terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 30%.
Sensor berbiaya rendah ini dirancang agar mudah diproduksi massal dan dijangkau oleh petani skala kecil di dataran tinggi Jawa Barat.
Tim peneliti berharap teknologi ini dapat direplikasi untuk komoditas pertanian lain di luar kopi dalam waktu dekat.